-REFLEKSI DI TENGAH PANDEMI – Dulu ... Ia disepelekan oleh dunia Dan dianggap bagaikan angin semilir berhembus Hanya sekedar melihat dan mendengar Dari negeri tirai bambu Dan menganggap semuanya Akan pulih kembali. Hingga tiba saatnya, Ia datang seperti perampok dunia, Merenggut keramaian di malam hari, Menelan hiruk pikuk kemacetan jalan, Mencuri ketentraman manusia, Membisukan riuhnya nyanyian pujian Di setiap rumah ibadah, Meruntuhkan keadaan setiap negara. Ia tak kenal waktu, Ia tak kenal status hidup, Ia tak kenal uang dan harta, Ia tak kenal kehormatan, Ia tak kenal pangkat dan jabatan. Ia menerobos kemunafikan manusia, Ia menghujam keangkuhan manusia, Ia memperlihatkan kepicikan nurani manusia, Ia menunjukkan kesombongan rohani, Ia menghancurkan ambisi diri manusia. Manusia meradang tak berkutik, Merintih setiap detik Menelan ludah keheranan Menangis di setiap sudut ruangan Sambil melantunkan ampun pada Sang Penguasa Semesta Itukah rupa asli manusia itu ? Refleksi...