Langsung ke konten utama

AKANKAH TEKNOLOGI MENJADI BOOMERANG BAGI MANUSIA

AKANKAH TEKNOLOGI MENJADI BOOMERANG BAGI MANUSIA ?

          Di era ini, tidak ada manusia yang tidak mengenal dan menggunakan teknologi dalam berbagai bentuk dan kegunaan, mulai dari alat rumah tangga, informasi komunikasi, transportasi dan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. Teknologi sendiri sudah ada sejak zaman dahulu, tepatnya pada zaman Romawi Kuno dan terus berevolusi dan mengalami peningkatan pesat hingga sekarang. Di Indonesia sendiri, teknologi pertama sekali berkembang pada masa bercocok tanam manusia purba dulu. Setiap negara berlomba lomba untuk menciptakan teknologi yang diharapkan mampu menghebohkan dunia. Teknologi teknologi baru itu selalu mampu menciptakan suatu era kehidupan manusia yang baru.

          Teknologi berperan penting dalam setiap aspek kehidupan manusia karena pada hakikat dasarnya teknologi itu diciptakan untuk membantu aktivitas manusia sehari hari. Banyak manfaat yang sudah dirasakan oleh manusia. Contoh teknologi yang sering kita gunakan adalah alat komunikasi kita seperti telepon genggam, handphone, smartphone maupun berbagai bentuk alat komunikasi lainnya. Dengan adanya alat itu, kita dimudahkan untuk melakukan komunikasi dengan orang lain dari jarak jauh, mengetahui informasi dan berita yang terbaru, dan mungkin masih banyak lagi manfaatnya. Tak jarang juga orang memanfaatkan alat komunikasinya untuk melakukan suatu pekerjaan, sehingga bisa dikatakan alat komunikasinya adalah sumber pendapatannya.

          Namun, teknologi yang pesat itu, yang digandrungi oleh anak-anak hingga orang dewasa itu disertai dengan konsekuensi yang besar pula. Ada ketakutan tersembunyi manusia atas perkembangan teknologi itu. Bagaikan dua sisi keping logam yang saling menyatu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Alat komunikasi yang sudah memberi banyak manfaat itu juga mempunyai sisi kelam tersendiri. Banyak manusia yang justru memanfaatkan alat komunikasinya untuk menindas, menundukkan, dan merugikan orang lain. Era ini, saat semua sudah mudah untuk diakses, manusia justru menjadi korban sendiri untuk teknologi yang mereka ciptakan sendiri. Terlebih lagi banyak kasus kasus “cyber crime” yang justru berujung pada penipuan, penculikan, sampai pembunuhan yang semua nya berawal dari alat yang bernama gadget itu. Tanpa disadari juga, seseorang telah menjadi pribadi yang apatis dan tidak memperhatikan lingkungan sekitar. Seseorang akan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik terhadap sesama yang juga mengakibatkan seseorang kekurangan kemampuan dalam menyampaikan pendapat atau gagasan. Seseorang akan merasa lebih nyaman menyendiri dan melakukan komunikasi secara tidak langsung melalui media sosial dan menghindari interaksi secara langsung.

          Gangguan lain yang akan terjadi adalah gaming disorder (kecanduan bermain game) yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, Nemophibia (kecemasan yang berlebihan ketika seseorang berada jauh dari gadget yang dimiliki), Megalomania (obsesi berlebihan terhadap diri sendiri), dan lain lain. Hal-hal inilah yang kemudian menciptakan semacam space (ruang) antar individu, dimana seseorang akan merasa lebih nyaman mencari informasi dan berkomunikasi melalui gadget yang berdampak pada menurunnya ruang sosial.

          Sifat dasar manusia yang tidak pernah puas seakan memberi ruang kematian tersendiri. Seiring waktu, penyalahgunaan teknologi semakin meningkat yang digunakan sebagai senjata untuk menindas manusia yang lemah lainnya. Banyak tokoh dunia yang mengkhawatirkan teknologi ini akan menjadi senjata pemusnah massal. Salah satunya adalah Jack Ma, pendiri dan pemimpin raksasa teknologi China, Alibaba, yang mengaku khawatir perkembangan teknologi dapat memicu perang dunia III. Berkaca dari Perang Dunia I terjadi karena revolusi teknologi pertama, lalu Perang Dunia II terjadi karena revolusi teknologi kedua. Apalagi saat ini nuklir menjadi ancaman besar bagi dunia. Nuklir merupakan teknologi yang kontroversi sejak penemuannya pada era perang dunia II. Teknologi ini memang telah banyak membantu umat manusia, khususnya dalam pemanfaatannya sebagai sumber energi skala besar. Namun, di sisi lain nuklir juga telah membuktikan diri sebagai salah satu teknologi yang paling banyak memakan korban jiwa berkaitan dengan daya ledak dari nuklir itu sendiri jika digunakan sebagai senjata. Bukan tidak mungkin perang nuklir akan terjadi beberapa tahun lagi mengingat persaingan antar negara-negara maju yang saling mengancam dengan teknologi nuklir masing-masing.

          Fenomena yang terjadi ini, menjadi refleksi atas keegoisan dan sifat manusia yang tak pernah puas itu. Penyalahgunaan teknologi dibidang informasi komunikasi mungkin hanya sebagian kecil dari contoh nyata ganasnya teknologi itu. Masih banyak bidang lain yang juga ikut memberi dampak negatif dari penggunaan teknologi itu. Manusia yang tak pernah puas itu, seakan lupa siapa Penciptanya, merasa hebat atas apa yang mereka lakukan. Namun, pada kenyataannya Kita dapat berkaca seberapa lemah manusia itu di hadapan Sang Penguasa Semesta. Semua itu kembali ke diri kita masing-masing. Mari kita bertanya kepada diri sendiri. Apakah kita sudah memanfaatkan teknologi itu dengan tepat atau malah sebaliknya ? Apakah justru kita dirajai dan ditundukkan oleh teknologi itu sendiri? Mari kita renungkan mengapa teknologi itu seakan berbalik menyerang dan menguasai manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANUSIA PETARUNG

Menjadi manusia petarung tidak mudah. Harus tahan banting dan kokoh. Memang begitu cara kerja semesta, seleksi demi seleksi dilakukan untuk memperoleh manusia petarung. Siap atau tidak siap nya berada pada tangan dan pilihan anda. Terbentur, terbentur, dan terbentuk bukan hanya kiasan belaka. Makna dibalik setiap kata begitu dalam tinggi menjulang. Semesta punya cara sendiri untuk membentuk kita. Setialah pada proses karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Biarkan dirimu dibentuk dan ditempa walaupun dengan guratan kesakitan dan caci maki. Bak tanah liat yang harus melalui proses panjang demi menghasilkan guci yang mewah. Bukan sekarang hasil yang akan kau nikmati tapi "nanti". Banyak orang yang menginginkan hasil yang maksimal, tapi lupa bersahabat dengan proses. Padahal fase terbaik adalah proses dan hasil hanyalah bonus. Belajarlah setia pada proses ... Refleksi malam ini,  Terimakasih untuk orang-orang yang terlibat.

UNTUK DIRIKU

Aku berusaha merangkul diriku dari keterpurukan. Dari tangisan di sudut kamarku yang hampir tiap hari meledak. Dewasa itu memang melelahkan, aku dipaksa berlari dengan kaki yang sudah pincang. Inginku berteriak lantang, namun dunia tidak akan peduli aku kenapa. Mereka tidak menginginkan diriku yang lemah dan terpuruk. Maka dari itu, untuk resolusi di tahun 2021,  Permintaan dan resolusiku tidak seapik dulu lagi Hanya satu yang ku pinta sekarang. Aku ingin berdamai dengan diriku, berusaha merangkul diriku yang sudah babak belur dihajar dunia ini, namun dia masih berdiri kokoh. Untuk tahun ini, aku hanya ingin duduk berdua dengan diriku, berdamai untuk membuka lembaran baru. Aku tak ingin terlalu berharap lagi pada orang lain, aku mau mengenal diriku lebih dalam lagi. Aku tidak mau terlarut dalam kecewa yang bertubi-tubi lagi. Kini aku hanya ingin tersenyum lebar, meyakinkan diri untuk membuka sayap. Aku berterimakasih  Kau sudah berjuang sejauh ini, saatnya kita berdamai dari ...

REVIEW BUKU ROHANI LADY IN WAITING

REVIEW BUKU ROHANI LADY IN WAITING Oleh : Oktavia Veronica Sinaga Judul Buku : Lady In Waiting Pengarang : Jackie Kendall dan Debbie Jones Penerbit : Pionir Jaya Kota Terbit : Bandung Tahun Terbit : Oktober 2012 Jumlah Halaman : 178 Halaman Ringkasan Buku : Lady in Waiting (wanita dalam penantian) bukanlah tentang bagaimana menemukan pria yang tepat, tetapi bagaimana menjadi wanita yang tepat. Menjadi wanita yang tepat dapat di pelajari dalam alkitab dengan melihat kisah hidup Rut, seorang janda dari Moab yang saleh di hadapan Tuhan. Ada 10 sifat Rut yang patut di pelajari oleh para wanita lajang agar menjadi seorang wanita yang berkualitas semasa penantiannya yakni : 1. Wanita Dengan Penyerahan Tanpa Ragu Setiap wanita memimpikan menjadi seorang wanita yang utuh. Utuh menurut pandangan mereka adalah ketika mereka menemukan sorang pria yang tepat untuk menjadi pasangan hidup mereka. Namun hal itu bukanlah p...